Pada hari Minggu, 19 Februari 2017, Gerakan Optimisme Indonesia untuk Dunia menyelenggarakan acara untuk memperingati World Interfaith Harmony Week atau Pekan Harmoni Lintas Iman Dunia pada momen Car Free Day Bersama di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Gerakan ini adalah gerakan yang dipelopori oleh Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) bersama dengan orang muda yang berasal dari lintas organisasi kemasyarakatan seperti Gusdurian, Maarif Institue, Lembaga Dakwah NU (LDNU), Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ), Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI), Jaringan Ahmadiyah Indonesia (JAI), Persekutuan Gereja-Geraja Indonesia (PGI), Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Indonesia (PA GMNI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Adat Karuhan Urang (AKUR), Alumni Temu Kebangsaan 1, serta Musisi Jalanan Center (MJC). Dihadiri oleh 30 orang penyenggara dan simpatisan, acara yang bertitik pada Halte Dukuh Atas dekat Patung Jendral Sudirman ini berlangsung cukup ramai dan antusias meski hujan beberapa kali basah mengguyur Jakarta Pusat.

World Interfaith Harmony Week adalah sebuah resolusi untuk merayakan hubungan antar iman dan agama yang dipelopori oleh Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania pada tahun 2010. Resolusi ini digagas oleh Raja Abdullah II melihat konflik umat beragama terutama antara kaum Muslim dengan Nasrani yang kian tajam, sehingga World Interfaith Harmony Week tercipta untuk melihat dan mengangkat nilai-nilai kebaikan yang sama yang ada dalam semua agama.

Peringatan World Interfaith Harmony Week di CFD Jakarta dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa lintas iman, senam bersama diiringi oleh lagu-lagu daerah, dan penampilan band akustik. Terdapat beberapa acara yang terpaksa dipotong karena hujan yang turun cukup deras untuk beberapa waktu, seperti Apel Kebhinekaan dan mannequin challenge. Akan tetapi hal ini tidak mengurangi semangat penyelenggara dan ketertarikan warga Jakarta yang hadir untuk ikut CFD pada umumnya. Seperti pada saat acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, para peserta peringatan menyanyikan lagu kebangsaan tersebut dengan lantang di jalan meski hujan gerimis. Paling ramai mengundang perhatian warga adalah tentu tarian yang diiringi lagu bermacam-macam lagi daerah seperti Gemu Famire, Ja`i, dan sebagainya. Tua muda, laki-laki perempuan yang hadir dalam CFD tampak ikut menari bersama penyelenggara dan peserta World Interfaith Harmony Week. Acara peringatan terakhir ditutup dengan penampilan dari Iwenk and the Gank, menyanyikan lagu-lagu pop yang bertemakan nasionalisme dan diiringi dengan musik akustik gitar, genderang, dan angklung.

Peringatan World Interfaith Harmony Week sendiri sebenarnya jatuh pada minggu pertama bulan Februari, akan tetapi karena panasnya suasana Pilkada Jakarta dan persiapan memasuki minggu tenang, penyelenggaraan peringatan World Interfaith Harmony Week oleh Gerakan Optimisme Indonesia untuk Dunia ini baru diadakan pada minggu ketiga Februari. Dengan penyelenggaraan peringatan ini dalam CFD Jakarta pihak penyelenggara ingin mengajak warga Jakarta untuk lepas sejenak dari kepenatan Pilkada. Selain itu walau berbagai isu SARA kerap membuat panas situasi Pilkada Jakarta kali ini, penyelenggara berharap agar masyarakat khususnya orang muda dapat membawa suasana sejuk, saling menghormati perbedaan pilihan, dan menjaga toleransi antar warga dengan bersama merawat keberagaman yang ada.

ALIANSI NASIONAL BHINNEKA TUNGGAL IKA (ANBTI)
Sekretariat Nasional ANBTI:
Jalan Pitur Raya No. 5, Kampung Ambon, Kayu Putih, Jakarta Timur DKI Jakarta
Website: http://anbti.or.id     Twitter: @seknasANBTI
Contact Person: Nia Sjarifudin / @nia_sjarifudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *