Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Fransiskus Asisi Taman Anggrek, Paroki Maria Bunda Karmel kembali mengadakan acara Kongkow Sehat OMK TA. Bulan ini, acara yang rutin digelar tiap Jumat ke-3 ini bertemakan “Berbeda Itu Biasa”. Kongkow Sehat OMK TA rutin digelar untuk menambah pengetahuan dan menjadi forum diskusi anggota, khususnya kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kondisi kebhinnekaan bangsa.

Andreas Cahyo (Komunitas Berbeda Itu Biasa) dan Savic Ali (Pemimpin Redaksi NU Online) memberi materi tentang Semangat Kebhinnekaan

Acara yang dikemas secara santai pada tanggal 18 Agustus 2017 ini menghadirkan dua narasumber, yakni Savic Ali (intelektual muda NU, aktivis keberagaman) serta Andreas Cahyo (pegiat keberagaman, komunitas Berbeda Itu Biasa).

Savic Ali memaparkan pandangannya mengenai dunia media sosial saat ini. Di tengah maraknya hoax yang mudah tersebar, terutama di media sosial, menjadi tugas kita untuk memenuhi lautan media  dengan konten-konten positif supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh hoax.

“Jika arus informasi kita dipenuhi dengan konten positif, Indonesia akan damai, aman, sejahtera”, yakin Savic.

Pemimpin redaksi NU Online ini juga memaparkan bahwa lewat media online, kita dapat ikut membangun harapan positif dan toleransi dalam masyarakat, serta turut mengikis isu-isu dan sikap yang mengancam kebhinnekaan Indonesia. Inilah saatnya bagi kaum muda untuk mengambil sikap. Dengan mengambil sikap, kaum muda tidak akan mudah terpengaruh oleh situasi.

Kongkow Sehat OMK TA di kapartemen Taman Anggrej, Jakarta Barat (18/8)

Andreas Cahyo menyampaikan materi tentang tokoh-tokoh yang berjuang demi kemanusiaan, tanpa mempedulikan agama ataupun batasan lainnya. Andre memberi contoh beberapa tokoh, yakni Romo Mangunwijaya dan Sandyawan Sumardi.

“Semangat kebhinnekaan ditambah dengan iman, juga merupakan perwujudan Pancasila”, tegas Andre.

Aktivis keberagaman ini juga memberikan beberapa contoh pengamalan Pancasila dalam keseharian. Andre mengajak OMK untuk aktif berkomunikasi dengan teman-teman lintas iman. Keterlibatan serta kepekaan pada kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar, misalnya di lingkungan RT / RW setempat, juga diperlukan untuk mewujudkan Pancasila dalam keseharian. (GDS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *