Apa yang paling digandrungi anak muda zaman now? Jawabannya tak jauh dari kata PIKNIK. Yaa, selain disebut sebagai generasi milinelial, anak kekinian juga sering disebut Generasi Piknik. Ejekan atau sindiran untuk kawan yang pikiran atau kelakuan yang agak oleng sedikit, pasti ada teman lain mengatakan “Kamu Kurang Piknik sih”.

Berawal dari fenomena itulah, Komunitas PEMBERANI mengadakan kegiatan Tourlerance of Worship Place.  Selain karena para punggawa PEMBERANI memang hobi PIKNIK, kami tentu juga ingin berbagi pengalaman piknik dengan teman-teman yang lain dalam konteks Kebhinnekaan. Maka jadilah Tourlerance of Worship Place yang diadakan dalam rangka merayakan Hari Toleransi Internasional. Acara ini terselenggara berat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas Berbeda Itu Biasa sebagai yang sama-sama fokus untuk kegiatan keberagaman di kalangan anak muda.

 Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 November 2017 dengan mengunjungi 5 rumah ibadah yakni Klenteng Kong Miao di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pura Aditya Jaya di Rawamangun, Vihara Ekayana Arama di Tanjung Duren, Masjid Al-Hidayah di Petojo dan Masjid Istiqlal. Gereja Katedral terpaksa kami skip karena tidak cukup waktu untuk mengunjungi ke sana.

Dalam suasana piknik, para peserta yang berbeda agama, berbeda daerah dan berbeda budaya sangat cepat berbaur dan mengakarbkan diri. Memang, pendekatan anak muda dengan cara menjual ‘kejombloan’ terbukti efektik mencairkan suasana. Hal ini dibuktikan dari beberapa candaan peserta tentang kepedihan hatinya karena dalam tahap putus pacaran, atau bahkan trik gombal-gombalan yang banyak digunakan juga untuk berkenalan.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Meskipun harus berangkat dari rumah/kos jam 5 pagi, mereka siap. Jalan dari stasiun sampai tempat berkumpul juga, AYOK. Diajak jalan ke Klenteng ayok, diajak jalan ke Pura ayok. Jepret sana, jepret sini, cari spot bagus. Tanya-tanya sama guide tentang berbagai pertanyaan. Dari yang pertanyaan susah dijawab, sampai yang gampang dijawab. Pokoknya seru! Mental generasi piknik memang juara kalau diajak berpetualangJ

 Peserta pun banyak yang nyeletuk, “Kak, follow upnya apa nih? Camping dong.” Atau ada juga yang bertanya, “Kak acara begini dibuat rutin dong, kalau bisa 1 tahun 3x atau 4x agar banyak temen-temen yang bisa ikut.” Ada lagi yang ngomong, “Makasi PEMBERANI sudah ajak mengunjungi rumah-rumah ibadah jadi aku bisa tahu gimana rasanya masuk Klenteng, Vihara, Pura, dan Masjid.” Dan berbagai tanggapan lain.

Tidak sulit sebenarnya membangun interaksi dengan para orang muda lintas agama/iman karena kecenderungan untuk berbaur cukup kuat asal ada ruang untuk sering bertemu dan bersilahturahmi. Itulah yang diharapkan oleh para peserta. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan tur rumah ibadah sangat bagus, banyak teman lain yang berminat ikut namun telat memberi konfirmas ataupun jadwal berbentrokan. Salah seorang peserta bahkan mengungkapkan, “Kak, acaranya jangan berhenti. Kalau bisa ada follow up berupa camping atau yang lain.”

 Tentu hal ini menjadi angin segar bagi iklim toleransi di Indonesia karena masih banyak anak muda yang ingin saling mengenal dan berinteraksi dengan sesama anak bangsa dari agama/iman/budaya yang lain. Tapi perlu menjadi catatan bahwa pendekatan kekinian perlu dihadirkan kepada orang muda agar tidak resisten. Hal ini dilakukan agar semakin banyak orang muda terlibat hingga ke akar-akarnya, tidak sekadar elit atau aktivis yang terlalu sering muncul. Maklum, selama ini kalau kegiatan lintas iman seringkali ketemunya orang-orang itu saja. “Lo lagi, lo lagi.”

Nilai-nilai toleransi menjadi nilai universal yang perlu dimiliki semua orang. Sebagai bangsa yang plural, toleransi adalah nilai vital sebagai dasar kehidupan bersama. Perlu ada usaha bersama untuk merawat serta melestarikannya karena nilai mudah terkikis oleh budaya dan kepentingan. Tourlerance of worship place menjadi salah satu bentuk upaya untuk mempertemukan, menjalis silaturahmi hingga berinteraksi intensif antar sesama anak Bangsa Indonesia, yang beragam dan beragama.  (Ap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *