12
Feb

JOGJA RUMAH BHINNEKA: Komitmen Kebhinnekaan dari Elemen Warga DIY

Kami, berbagai elemen masyarakat kewargaan Yogyakarta yang kemudian berhimpun ke dalam  Aliansi Masyarakat Peduli Kebhinnekaan, dalam beberapa bulan terakhir menyimak kondisi Yogyakarta sebagai berikut: Maraknya kampanye atau publikasi di beberapa saluran komunikasi  media sosial maupun media luar ruang,  yang berisi pesan-pesan kebencian dan permusuhan. Dimanfatkannya ruang-ruang publik di kota ini bagi  aktivitas yang menciderai toleransi […]

Yang (Ingin) Kita Percayai

Kau tahu, ada banyak jalan menuju Roma. Tapi bagi banyak orang, hanya ada satu jalan menuju surga. Itu adalah jalanku. Bagiku. Juga jalanmu. Bagimu. Saya ingat sebuah kejadian pada Juni 2015 yang membuat saya termenung cukup lama. Saat itu saya sedang menghabiskan waktu sendirian di dalam kamar rumah di Jakarta, duduk di lantai berseberangan dengan […]

5
Feb

Pemuda Papua Hargai Perbedaan dan Tolak Intoleransi

Solidaritas Pemuda Papua Lintas Agama, pada hari Kamis lalu, 2 Februari 2017, bertempat di Hotel Bunga Yotefa, Jayapura justru meneguhkan semangat kemajemukan sementara ramainya isu intoleransi di pulau Jawa, terutama menjelang pilkada. Berkumpul di hari itu, beberapa organisasi pemuda di Papua, seperti Pemuda Katolik, GAMKI Papua, GMKI Papua, GP Ansor Papua, HMI MPO Papua, PMKRI […]

2
Feb

Memaafkan Mantan Teroris

Toh kalau Tuhan sudah memilih untuk mengetuk pintu hati manusia, siapa lagi yang mampu melawanNya? Tuhan memang selalu punya cara untuk mengubah kembali skenario hidup manusia. Peristiwa dalam satu decade terakhir tentu masih membekas dalam ingatan kita. apalagi bila peristiwa- tersebut memiliki tekanan yang menggugah emosi banyak orang seperti pemboman Hotel JW Marriot pada tahun […]

27
Jan

SILABAN dan ISTIQLAL

Intoleransi di Indonesia memang secara statis sudah berlangsung lama. Dari awal kemerdekaan, gagasan negara agama sudah terbentuk dalam diskusi dan perdebatan. Tetapi pasti ada jawaban, kenapa founding fathers berbesar hati menerima perbedaan? Apakah didasarkan pada pertimbangan politis semata? Ataukah ada permenungan filosofis yang memasukan fakta kultural yang historis tentang kemajemukan Indonesia? Selalu saja ketika melintasi […]

Wahib dan Catatan Akhir Tahun 2016

Tulisan ini mungkin akan sangat mendapatkan kritik dari banyak pihak. Tetapi karena kembali membaca Ahmad Wahib belakangan ini, saya pikir, tak apalah kegelisahan ini saya bagikan. Ahmad Wahib dan Gie juga melakukan hal yang sama. Ini bisa menjadi catatan harian yang harus kembali dipopulerkan dan dibagikan. Siapa tahu bisa jadi refleksi bersama. Saya mencatat beberapa […]

26
Jan

Seandainya Wiji Masih Ada

Istirahatlah kata-kata Jangan menyembur-nyembur Orang-orang bisu Kembalilah ke dalam rahim Segala tangis dan kebusukan Dalam sunyi yang mengiris Tempat orang-orang mengingkari Menahan ucapannya sendiri Tidurlah kata-kata Kita bangkit nanti Menghimpun tuntutan-tuntutan Yang miskin papa dan dihancurkan Nanti kita akan mengucapkan Bersama tindakan Bikin perhitungan Tak bisa lagi ditahan-tahan   – Wiji Thukul, Istirahatlah Kata-Kata   […]

23
Jan

Merawat Keberagaman di Kota Bengawan

Sala atau sering disebut dengan nama Surakarta merupakan sebuah kota yang memiliki cerita tersendiri dalam hidupku. Kurang lebih 24 Tahun aku hidup, tumbuh dan berkembang di kota ini. Perjumpaan dan pengalaman memberikanku pemahaman banyak hal salah satunya tentang keberagaman. Keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan senantiasa menyatu dalam kehidupanku. Misalnya di kampung tempat tinggalku […]

22
Jan

Berbasis Kearifan Lokal Merawat Kebinekaan

Situasi yang terjadi di Indonesia belakangan ini, penyebaran ujaran kebencian berbau SARA di media sosial maupun ruang publik, tentunya mengoyak-ngoyak nilai kesatuan di dalam kebinekaan yang selama ini telah menjadi konsensus bersama bangsa Indonesia. Apakah nilai ini sungguh telah menghilang dari masyarakat kita atau hanya segelintir kelompok saja yang menyingkirkan nilai ini dari pandangan hidup […]